Aku takut !
Bukan , bukan , takut.
Hanya khawatir pada diriku ini.

Apa ini ?! Ini bukan seperti cinta yang dulu kukenal ! Ini lebih membuatku menderita ! Aku harus mengakhiri ini secepatnya walaupun aku akan mati karena ini. Aku tak ingin masa depanku hancur hanya karena orang sepertimu.
Kenapa di awal tahun seperti ini ???!! Apakah memang sudah saatnya ???
Tapi walau bagaimanapun aku tetap mencintaimu ......
Kau yang selalu melingkup ruang hatiku bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ?
Mengapa...,mengapa.....,kau selalu hadir dibenakku ? Apa kau tak bosan ?
Bukan,bukan kau yang merindukanku!
Cuma, entah mengapa, aku yang terus merindumu,
Binuang ASAL MULA HIDUPKU.....!
Alhamdulillah setelah sekian lama aku akhirnya bisa mengupdate blogku. Terlalu banyak peristiwa yang terjadi selama beberapa pekan ini. Karenanya tak mungkin aku bisa menceritakan semua yang terjadi.
Hanya dalam hari ini,entah sesuatu apa yang telah merasukku. Begitu saja yang hadir dibenakku cuma kampug halamanku, BINUANG!
KU lihat senyuman,
kalian kunantikan.
KU simpan Harapan,
kalian kumimpikan.
KAU kenangan, dalam hati, pikiran, jiwa dan raga.
KAU kerinduan dalam bermacam peristiwa, subuh,pagi,siang,petang,dan malam.
Sungguh sangat gak terasa waktu sudah berjalan sejauh ini. Kini Ramadhan sudah memasuki hari ke 22, sungguh tak terasa!
Memang benar kata para orang 'bahari' kalau kita tidak bahagia waktu akan terasa sangat lama,namun sebaliknya kalau kita bahagia waktu akan tak teasa. Waktu selalu terasa lama kalau aku berada di Al-Falah. Apakah mungkin aku tidak bahagia kalau berada di sana? Entahlah....
kamu tau, Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ku rindukan terlebih Ramadhan tahun lalu di mana di sana keluargaku masih kokoh dan sangat tentram. Mungkin tahun ini memang sangat berbeda dari tahun-tahun yang telah ku lalui.
Ramadhan yang kurindukan
15 september nanti bertepatan dengan 22 Ramadhan adalah hari ulang tahunku.
Tak bisa kupungkiri bahwa aku juga masih ingin mendapatkan hadiah-hadiah dari orang-orang terdekatku terlebih ayah ibuku. Namun mungkinkah mereka ingat hari ultahku di saat kepala mereka dijejeli oleh ego yang sering kali membuka air mataku.
Ramadhan yang kurindukan
Aku hanya bisa berharap,dan erus berdo'a semoga akan tiba saatnya di mana aku kembali memeluk pelangi dan tak perlu khawatir bila mana malam kembali terbentang karena aku punya pelangi itu. Tapi bilakah itu terjadi...? Aku rindu pelangiku!
Kita lihat saja nanti,apakah mereka masih ingat hari ulang tahunku,aku sengaja tak mengungkit-ungkitnya biar mereka mengerti sendiri.
Akankah....
Siapa tau di bulan penuh rahmat dan Maghfirah ini aku bisa merebut kembali pelangiku.
Semoga saja...!



