Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Puisi Mati Suri ' Ku Nanti Kau Bersama Pagi'
Hidup lagi dah akhirnya...setelah beberapa bulan matsur. Hehehe.... (^-^)
Kasihan juga nih liat doi postingan nya gitu-gitu aja beberapa bulan, ampun...!
Tapi kali ini cuma puisi nic...

"Ku Nanti Kau Bersama pagi"


Nuansa geming
Endapkan lara di hati
Sesak sesal yang ku untai dengan tasbih
Luruh rasa membuncah sanubari

Langitmu gelap
Seakan tak pernah terang
Tingkahi jejek langkahku yang hilang
Di padang sahara

Aku letih
Menantimu datang bersama pagi
Menunggumu membawa semangat ke hati
Namun malammu enggan pergi
Menyicil hampa dan elegi
Hancurkan obsesi mimpi-mimpi
Dan segenap harapan mencintai

7 Juni 2010

Ah, cuma itu saja..., semoga aku rajin neblog aja ya...!

Label: 9 kata mereka |
Kemilau Cahaya Hari

Yang kulihat dari masa depanku hanyalah sebuah musim dingin


Di sana...

Takkan lagi ada kilauan cahaya jingga sore hari yang memanja

Di sana...

Takkan ada lagi harapan dan doa yang dititipkan pad bentangan pagi

Semuanya begitu sepi....

sunyi....

sunyi....

sunyi.....

dan sunyi....

Aku tak bisa berbuat banyak

hanya berharap,

esok hari akan ada !


Aku sadar diriku

hanya sebutir buih dilautan

yang bisa lenyap kapan saja

begitu angin mengguncang ombak


Namun

Doa ini takkan kusimpan

Harapan ini takkan hilang;

Bukan hanya semusim di hari esok

Tetapi musim semi yang memekar

Menghapus segala resah!

Kemilau cahaya hari....



Label: 9 kata mereka |
Dari Sebentang Subuh

Tetes hujan serupa angin

Menghentak, menghempas

dari sebentang subuh !

Dengan wajah tak pasti bumi tertidur

Tak sadar satu hari terlewati

Kadang hujan membadai

Kadang mengkrital

Semangat pun runtuh karenanya !

Label: 7 kata mereka |
Bukan Tangisanmu.....!

Ranting-ranting menipis tertelan ufuk senja

Daun-daun merabun atau bebatuan di tepi malam

Terkadang sesal begitu terburu

Malas mengikis lorong kalbu

Terkadang hati begitu malu

Lemah terdampar di dalam duka

Malam ini, biarkan aku menangis

Menghapus rasa bersalah 

Atas butiran gerimis derita yang semakin deras

Penjara Suci,15 nop 2009

Label: 0 kata mereka |
Kau Antara Aku dan Hatiku


Kau antara aku dan hatiku 

Seperti pagi

dalam titah ilahi

kunanti

dimalam sepi

kutangisi

diseparuh hati

Kau antara aku dan hatiku sepertti bunga

di taman jiwa

ku jaga

dari bermacam serangga

kusirami

agar selalu mekar berseri

Kau antara aku dan hatiku

Seperti malam

Ku benci

Atas segala sepi

Ku caci

Atas beragam janji

Kau antara aku dan hatiku

Seperti nafsu dalam diriku

ku musuhi lebih dari iblis

kujauhi lebih dari perbuatan dosa

Kau antara aku dan hatiku 

Kuharap, takkan pernah ada doa

di atas air mata yanng dapat mengancam jiwa dan raga

Label: 2 kata mereka |
Rindu di Tepi Pantai

Pagi ini, ombak menyapu pasir putih
di tepi pantai, dan menyapa kakiku
angin pun berhembus tak mau kalah menerbangkan 
semua kegersangan lara di jiwaku
Bersenandung bersama kicauan burung dan
deru ombak, memudarkan kerinduan yang
menggelora di taman hatiku

Aku merindukan-Mu
Angin yang kunanti di setiap gerahku
Aku merindukan-Mu
Mentari yang kunanti di setiap malamku 
Aku merindukan-Mu
Bunga asmara yang lama hilang di taman jiwaku
Aku merindukan-Mu
Rembulan di malam gelapku 

Entah apakah di sana kau juga merindukanku,
 duhai pujaaanku!

Batakan, 9 Oktober 2009
Label: 0 kata mereka |
Mengiba Dalam Kabut
Hah,aku meregang napas !
Dalam kabut berdebu ini aku terhempas
Sesak dada terbius
bagai potongan kayu ditengah lautan
Aku larut, terbawa arus.....

Demi seakar ketulusan
Juga cinta abadi yang takkan terlupa
Bila hanya mengiba pada langit, ku rasa tak masalah;
'Langit Rantau yang manis
kuharap hari ini engkau tidak gerimis
Jangan kau buat pujaanku menangis'
Disini aku dirundung resah
Cinta ini memahat fuad sanubari

langit sahabatku,kuharap kau jangan membuatku kecewa
karena aku yakin kau pun tau akan ketulusan perasaanku padanya

Rantau,28 nov 2009
Label: 0 kata mereka |
Menunggu Pelangi

Bulan tak menyanyi
Walau ku dengar sunyi terus bersenandung
Biarkan purba menjerat sepi,bintang tak berkerlip,dan malam terus terpahat.

Meski hampa,ruang itu selalu ada
Takkan hilang dan habis
Oleh kegelapan yang memeras tangis

Mungkin pagi belum menjelang
Walau fajar sudah hampir memudar
Dan embun yang menyimpan kerinduan
Masih tersemat di ujung dedaunan
Sudahlah,
Mungkin mentari memang harus menunggu pelangi menuai dan membiaskan secercah keindahan ke sela kehampaan yang tak kunjung reda.
Label: 4 kata mereka |
Tekat Santri Sejati
Aku Santri
Yang terus menyelami kedalamn ilmu
Tak pernah letih mencari ridhi ilahi
Tak pernah lelah berjalan di atas hamparan sayap malaikat

Aku santri
Yang terus mengetuk pintu langit
Berharap pintu syurga akan terbuka
Berharap menjadi penghuni firdaus

Aku santri
Yang terus pahami hati
Tak ingin terhenti oleh cinta si manis nan cantik
Tak akan terbuai oleh nafsu birahi

Aku santri
Yang terus terangi jalan kegelapan
Ku kan tunjukkan Sabilal Muhtadin
Berharap mampu memberi manfaat
Ku kan menjadi rembulan di malam gelap
Yang kan terangi geklap hati al insan
ku kan menjadi yang terbaik

Aku santri
Yang takkan bersedih hati
Walaupun celaan membakar palung hati
Walupun tombak makian menembus jantung
Walaupun dunia akan menghujatku
Aku bahagia menjadi santri
ku kan selalu tersenyum,hingga usai kehidupan
Akulah santri,meskipun tak selamanya
Label: 0 kata mereka |
Terbatas Jeruji












Aku tak tau apa yang terjadi di sana
Ketika aku hanya bersimpun mata
Memeluk jeruji-jeruji penjerat kata


Aku juga tak mampu mengeja
Apa yang tertatih di Atmosfer sana
Karena akupun hanyalah manusia biasa!
Label: 0 kata mereka |
Ku Lupa Senyummu!

Dermaga Bisu menyimpan nyanyian
Menekan malam yang memahat kesepian
Ternyata masih ada Bidadari!
Senyuman tulus yang menyerap hati
Melambai bias mentari di setiap damai

Bidadariku,malamkah yang menyembunyikanmu?!
Kaca ini pecah,tau kah?!
Salam bisu rembulan menapak sayapmu
Aku masih di dermaga kelamku
Masih menggenggam janjimu
Sesaat ku lihat rembulan tertawa
Mematahkan kepakan sayap kekasihku,Kejam
Seketika aku sadar , terlambat. Sayapku patah

Banjir ini menyimpan cahaya
Celah hatiku masih terluka
Apakah masih ada,
Senyuman Bidadari yang ku lupa?!
Label: 0 kata mereka |
Altar Terakhir

Gemuruh hati bagai petir
Silih berganti mati menghimpun perih
Sayap-sayap yang bercelah menjepit
Si penyebar angin penyakit


larong waktu menghapus rupa
Perlahan daun terkapar juga
Menyapa, sampai ujung mata

Di sana, Altar Terakhir raga
Memuat sebuah tanda tanya ganda
Bahagia..,ataukah melapuh sengsara
Label: 0 kata mereka |
Kaca Bercelahkan Lara!


Hujan sore tadi memahat luka
Rembulan juga gusar menyekap gelora dalam kaca



saat itu, bintang tak bekerlip menerpa
awan terlanjur mati ketika mengeja
Malam yang manja memahat duka

Angin menghembuskan gundah!
Pelangi itupun musnah
Di mana bayangan mentari tak lagi terpijar dan membias ke celah lara

Memoar kata di hapus air mata
Mengiba, meratapi rembulan peneguh raga
Masih terkekang oleh bait tak berima
Label: 0 kata mereka |
Sajak Penyesalan Nanti!



Aku masih berdiri tegak ketika bumi ini berhamburan

Terus ku tatapi segenap derayan air mata penyesalan


Kini terlambat sudah

Pintu taubat telah punah

Sedangkan dosaku ini....

AH....HARUS KU BAWA KEMANA?!!

Aku juga tak bisa lari lagi

Alam ini sudah hampir mati

aku terjatuh..., masih bersama dosa. Entah ke Alam yang mana!

Label: 0 kata mereka |
kata Tangis Kalbu
Ingin ku akhiri segala sakit ini
Demikian juga dengan segala kelaliman yang terus ku dapati

Bukan langit terbelah!
Melainkan hati inilah yang pecah

Bibirpun terkantup mati
Mendengar lengkingan caci maki
Sampai,jemari ini pun akhirnya tak mampu memunguti
Pecahan-pecahan kepingan hati yang terhambur kesana-kemari

Tak sampai mataku melihat semuanya
Sehingga ragaku kaku membeku
Bersama Cinta yang kian bisu


Akhirnya,aku hanya bisa membiarkan rembulan & waktu
Membawa Kata Tangis Kalbu
Berharap kau merasakan tangis perihku
Sehingga mungkin kau kembalikan
Cinta itu seperti dahulu
Label: 0 kata mereka |
Aku Bisa Hidup!

Pagi kembali terbentang
Alam kian cemerlang
Menantang mimpi-mimpi yang terang

Hijau...,daun berjatuhan
Angin...,deras meniup keindahan
Awan...,rapi menebar keanggunan
Dunia...,hidup bersama hembusan


Bilamana aku hidup,jangan khawatirkan aku
Aku bisa hidup menjaga diriku,untuk memperoleh penerimaan dan
cinta dari dunia indahku.
Label: 0 kata mereka |
Aku Telah Kalah

Apa yang telah kau & aku lihat itu berbeda
Apa yang sudah aku & kau Alami itu tak sama
Aku......
Sang pengkhianat

Aku....

Sang pendosa yang tak juga insyaf

Aku.....

Sang pendusta yang keji

Aku......

Sudah tak bisa menatap matahari

Aku.....

Tak sanggup lagi melawan hari

Aku....

Telah kalah oleh waktu

Sebenarnya......
Hidupku ini bukan untuk merasakan sakit
Nafasku ini berhembus bukan untuk mengalami kegagalan
Ragaku ini bergerak bukan untuk mengikuti kepedihan

Mataku maafkan aku telah membuatmu tersiksa
Ragaku, ini adalah khilafku yang tak mampu megalahkan nafsu......!
Label: 1 kata mereka |
tak mampu bernafas tanpamu

Manis kehidupan yang ku isap perlahan merampas nafasku
keindahan yang ku dapat kini menerkam hatiku,merobek jantungku
Sesal......
ku dapat
Sakit......
ku rasa
Apa aku masih bisa merasakan hidup bahagia seperti dulu?!
Ku ingin katakan padamu....
Tolong aku!
Jangan kau sakiti aku lebih dari ini,ku tak mampu bernafas tanpamu!
Label: 0 kata mereka |