Kasihan juga nih liat doi postingan nya gitu-gitu aja beberapa bulan, ampun...!
Tapi kali ini cuma puisi nic...

Nuansa geming
Endapkan lara di hati
Sesak sesal yang ku untai dengan tasbih
Luruh rasa membuncah sanubari
Langitmu gelap
Seakan tak pernah terang
Tingkahi jejek langkahku yang hilang
Di padang sahara
Aku letih
Menantimu datang bersama pagi
Menunggumu membawa semangat ke hati
Namun malammu enggan pergi
Menyicil hampa dan elegi
Hancurkan obsesi mimpi-mimpi
Dan segenap harapan mencintai
7 Juni 2010

Di sana...
Takkan lagi ada kilauan cahaya jingga sore hari yang memanja
Di sana...
Takkan ada lagi harapan dan doa yang dititipkan pad bentangan pagi
Semuanya begitu sepi....
sunyi....
sunyi....
sunyi.....
dan sunyi....
Aku tak bisa berbuat banyak
hanya berharap,
esok hari akan ada !
Aku sadar diriku
hanya sebutir buih dilautan
yang bisa lenyap kapan saja
begitu angin mengguncang ombak
Namun
Doa ini takkan kusimpan
Harapan ini takkan hilang;
Bukan hanya semusim di hari esok
Tetapi musim semi yang memekar
Menghapus segala resah!
Kemilau cahaya hari....
Ranting-ranting menipis tertelan ufuk senja
Daun-daun merabun atau bebatuan di tepi malam
Terkadang sesal begitu terburu
Malas mengikis lorong kalbu
Terkadang hati begitu malu
Lemah terdampar di dalam duka
Malam ini, biarkan aku menangis
Menghapus rasa bersalah
Atas butiran gerimis derita yang semakin deras
Penjara Suci,15 nop 2009

Kau antara aku dan hatiku
Seperti pagi
dalam titah ilahi
kunanti
dimalam sepi
kutangisi
diseparuh hati
Kau antara aku dan hatiku sepertti bunga
di taman jiwa
ku jaga
dari bermacam serangga
kusirami
agar selalu mekar berseri
Kau antara aku dan hatiku
Seperti malam
Ku benci
Atas segala sepi
Ku caci
Atas beragam janji
Kau antara aku dan hatiku
Seperti nafsu dalam diriku
ku musuhi lebih dari iblis
kujauhi lebih dari perbuatan dosa
Kau antara aku dan hatiku
Kuharap, takkan pernah ada doa
di atas air mata yanng dapat mengancam jiwa dan raga
Pagi ini, ombak menyapu pasir putih
di tepi pantai, dan menyapa kakiku
angin pun berhembus tak mau kalah menerbangkan
semua kegersangan lara di jiwaku
Bersenandung bersama kicauan burung dan
deru ombak, memudarkan kerinduan yang
menggelora di taman hatiku
Aku merindukan-Mu
Angin yang kunanti di setiap gerahku
Aku merindukan-Mu
Mentari yang kunanti di setiap malamku
Aku merindukan-Mu
Bunga asmara yang lama hilang di taman jiwaku
Aku merindukan-Mu
Rembulan di malam gelapku
Entah apakah di sana kau juga merindukanku,
duhai pujaaanku!
Batakan, 9 Oktober 2009
Dalam kabut berdebu ini aku terhempas
Sesak dada terbius
bagai potongan kayu ditengah lautan
Aku larut, terbawa arus.....
Demi seakar ketulusan
Juga cinta abadi yang takkan terlupa
Bila hanya mengiba pada langit, ku rasa tak masalah;
'Langit Rantau yang manis
kuharap hari ini engkau tidak gerimis
Jangan kau buat pujaanku menangis'
Disini aku dirundung resah
Cinta ini memahat fuad sanubari
langit sahabatku,kuharap kau jangan membuatku kecewa
karena aku yakin kau pun tau akan ketulusan perasaanku padanya
Rantau,28 nov 2009

Bulan tak menyanyi
Walau ku dengar sunyi terus bersenandung
Biarkan purba menjerat sepi,bintang tak berkerlip,dan malam terus terpahat.
Meski hampa,ruang itu selalu ada
Takkan hilang dan habis
Oleh kegelapan yang memeras tangis
Mungkin pagi belum menjelang
Walau fajar sudah hampir memudar
Dan embun yang menyimpan kerinduan
Masih tersemat di ujung dedaunan
Sudahlah,
Mungkin mentari memang harus menunggu pelangi menuai dan membiaskan secercah keindahan ke sela kehampaan yang tak kunjung reda.
Yang terus menyelami kedalamn ilmu
Tak pernah letih mencari ridhi ilahi
Tak pernah lelah berjalan di atas hamparan sayap malaikat
Aku santri
Yang terus mengetuk pintu langit
Berharap pintu syurga akan terbuka
Berharap menjadi penghuni firdaus
Aku santri
Yang terus pahami hati
Tak ingin terhenti oleh cinta si manis nan cantik
Tak akan terbuai oleh nafsu birahi
Aku santri
Yang terus terangi jalan kegelapan
Ku kan tunjukkan Sabilal Muhtadin
Berharap mampu memberi manfaat
Ku kan menjadi rembulan di malam gelap
Yang kan terangi geklap hati al insan
ku kan menjadi yang terbaik
Aku santri
Yang takkan bersedih hati
Walaupun celaan membakar palung hati
Walupun tombak makian menembus jantung
Walaupun dunia akan menghujatku
Aku bahagia menjadi santri
ku kan selalu tersenyum,hingga usai kehidupan
Akulah santri,meskipun tak selamanya

Ternyata masih ada Bidadari!
Senyuman tulus yang menyerap hati
Melambai bias mentari di setiap damai
Bidadariku,malamkah yang menyembunyikanmu?!
Kaca ini pecah,tau kah?!
Salam bisu rembulan menapak sayapmu
Aku masih di dermaga kelamku
Masih menggenggam janjimu
Sesaat ku lihat rembulan tertawa
Mematahkan kepakan sayap kekasihku,Kejam
Seketika aku sadar , terlambat. Sayapku patah
Banjir ini menyimpan cahaya
Celah hatiku masih terluka
Apakah masih ada,
Senyuman Bidadari yang ku lupa?!

Hujan sore tadi memahat luka
Rembulan juga gusar menyekap gelora dalam kaca
saat itu, bintang tak bekerlip menerpa
awan terlanjur mati ketika mengeja
Malam yang manja memahat duka
Angin menghembuskan gundah!
Pelangi itupun musnah
Di mana bayangan mentari tak lagi terpijar dan membias ke celah lara
Memoar kata di hapus air mata
Mengiba, meratapi rembulan peneguh raga
Masih terkekang oleh bait tak berima


Aku masih berdiri tegak ketika bumi ini berhamburan
Terus ku tatapi segenap derayan air mata penyesalan
Kini terlambat sudah
Pintu taubat telah punah
Sedangkan dosaku ini....
AH....HARUS KU BAWA KEMANA?!!
Aku juga tak bisa lari lagi
Alam ini sudah hampir mati
aku terjatuh..., masih bersama dosa. Entah ke Alam yang mana!
Ingin ku akhiri segala sakit iniDemikian juga dengan segala kelaliman yang terus ku dapati
Bukan langit terbelah!
Melainkan hati inilah yang pecah
Bibirpun terkantup mati
Mendengar lengkingan caci maki
Sampai,jemari ini pun akhirnya tak mampu memunguti
Pecahan-pecahan kepingan hati yang terhambur kesana-kemari
Tak sampai mataku melihat semuanya
Sehingga ragaku kaku membeku
Bersama Cinta yang kian bisu
Akhirnya,aku hanya bisa membiarkan rembulan & waktu
Membawa Kata Tangis Kalbu
Berharap kau merasakan tangis perihku
Sehingga mungkin kau kembalikan
Cinta itu seperti dahulu

Pagi kembali terbentang
Alam kian cemerlang
Menantang mimpi-mimpi yang terang
Hijau...,daun berjatuhan
Angin...,deras meniup keindahan
Awan...,rapi menebar keanggunan
Dunia...,hidup bersama hembusan
Bilamana aku hidup,jangan khawatirkan aku
Aku bisa hidup menjaga diriku,untuk memperoleh penerimaan dan
cinta dari dunia indahku.

Apa yang telah kau & aku lihat itu berbeda
Apa yang sudah aku & kau Alami itu tak sama
Aku......
Sang pengkhianat
Aku....
Sang pendosa yang tak juga insyaf
Aku.....
Sang pendusta yang keji
Aku......
Sudah tak bisa menatap matahari
Aku.....
Tak sanggup lagi melawan hari
Aku....
Telah kalah oleh waktu
Hidupku ini bukan untuk merasakan sakit
Nafasku ini berhembus bukan untuk mengalami kegagalan
Ragaku ini bergerak bukan untuk mengikuti kepedihan
Mataku maafkan aku telah membuatmu tersiksa
Ragaku, ini adalah khilafku yang tak mampu megalahkan nafsu......!

Manis kehidupan yang ku isap perlahan merampas nafasku
keindahan yang ku dapat kini menerkam hatiku,merobek jantungku
Sesal......
ku dapat
Sakit......
ku rasa
Apa aku masih bisa merasakan hidup bahagia seperti dulu?!
Ku ingin katakan padamu....
Tolong aku!
Jangan kau sakiti aku lebih dari ini,ku tak mampu bernafas tanpamu!







